Senin, 29 Desember 2014

Anggota DPRD, Instruktur LDC dan Wisatawan
LDC-Sejumlah wisatawan asing (Wisman) ketika mengunjungi tempat-tempat wisata di Sitaro berharap adanya peningkatan sejumlah objek wisata di Kabupaten Sitaro yang menurut mereka masih terdapat banyak sampah yang berserakan khususnya disejumlah pantai seperti kantong plastik, kaleng, potongan kayu, dan kertas menghiasi bibir pantai yang sejatinya digunakan para turis untuk berjemur. Bau sampah bercampur dengan air laut pun menguap tak sedap.

Tak hanya itu, mereka juga mengeluhkan dengan keberadaan akses jalan masuk menuju kebeberapa lokasi wisata yang cukup sulit, Kemudian sarana dan prasarana wisata di Sitaro juga dinilai kurang mendukung. seperti fasilitas toilet di wisata air anas Lehi yang kurang begitu terawat.

Dr. Korlyn Morsink, misalnya. Dia mengaku kurang puas menikmati wisata di Sitaro, terlebih ketika sore hari. Alih-alih berjemur, Morsink pun lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan. "Wisata disini sebenarnya sangat bagus, namun Jika kondisi yang sama terus bertahan, saya yakin tak ada turis yang mau datang kedua kalinya ke sini," ujarnya kepada Suarasitaronews.com kemarin (21/12).

Morsink menambahkan, Seharusnya pemerintah setempat bisa segera membuat regulasi atau peraturan daerah terkait pembuangan sampah di pantai maupun di laut, "Bukan hanya di pantai, sejumlah kapal yang tiba di pulau ini pun, pasti tak meninggalkan bekas-bekas seperti banyaknya sampah yang dibuang oleh para penumpang,"lugasnya sembari menambahkan  pemerintah seharusnya membuat peraturan soal itu.

Senada dengan Morsink, Brian moquinn wisman asal belanda ini, juga mengaku kecewa dengan kondisi Pantai yang kotor serta prasarana di Sitaro kurang begitu memadai. ditambah lagi dengan sulitnya untuk mengakses jaringan internet. "Jaringan internet sungguh sulit didapat sehingga menyulitkan kami untuk berkomunikasi dengan rekan kerja di belanda,"ujar Moquinn yang bekerja di Department of Economics Belanda itu.

Menariknya, Keluhan sejumlah wisman asing itu langsung terdengar di telinga para anggota legislatif yang secara kebetulan berkumpul di pelabuhan Pehe Siau salah satunya Judson Laheba. Dia mengungkapkan keluhan-keluhan para wisman ini merupakan salah satu dorongan bagi eksekutif dan legislatif untuk bisa membangun kabupaten Sitaro kedepannya bisa lebih baik seperti keluhan dalam hal kebersihan lingkungan. "Tentu kami akan merespon dan akan segera membuat kan peraturan daerah soal pembungan sampah dilaut,"ujar Laheba yang juga di iyakan pula oleh Wakil ketua DPRD Sitaro Heronimus Makainas SE.

Makainas Juga menuturkan untuk permasalah jaringan, pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Kominfo sudah memberikan proposalpenambahan provider di Sitaro namun sampai saat belum juga direspon, "Kami tetap upayakan persoalan itu, "singkatnya. 


Sementara Direktur Utama Limangu Diving Centre (LDC) Harry Kakunsi yang juga merupakan Instruktur Diving juga berkeinginan untuk melakukan kegiatan bersih pantai bersama pemerintah daerah sebab menurutnya, para wisatawan sebagian besar tertarik dengan pesisir pantai Sitaro. (Limangu)

0 komentar:

Posting Komentar

Limangu Wakeboard
Limangu Paralayang