Minggu, 25 Januari 2015

Kru diving LDC
LDC-25 Januari 2014 lalu menjadi salah satu hari yang mungkin tidak akan dilupakan warga bumi karangetang mondolakang kolo kolo. Bagaimana tidak, Pada tahun itu Kabupaten Kepulauan Sitaro ditimpa bencana besar yakni banjir bandang di Desa Nameng, Kecamatan Siau Barat Utara (Sibarut) yang mengakibatkan 8 orang selamat dengan luka-luka, 3 orang yang dinyatakan meninggal dan 29 orang lainnya hilang. Hal ini tentu tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Oleh karena itu, untuk mempringati setahun sudah tragedi bencana Nameng, maka, besok (25/01) Komunitas Limangu Diving Center (LDC) Kabupaten Sitaro akan melakukan penyelamanan di tempat peristiwa dengan meletakan sebuah salib didasar laut. "Tragedi Nameng merupakan hal yang sulit untuk dilupakan oleh masyarakat. oleh karena itu, kami selaku komunitas akan mempringatinya dengan melelatakkan sebuah salib di dasar laut,"ujar Ketua LDC Kabupaten Sitaro, Hari J Kakunsi kepada awak media pagi tadi, (24/01)

Kakunsi mengatakan, Salib dengan ukuran 3 meter yang terbuat dari beton itu, juga akan dipasang sebuah jam yang menunjukkan waktu terjadinya Tragedi Nameng, "Ya hal ini dilakukan guna, mengingatkan kita, bahwa tragedi nameng jatuh pada pukul 9.30. Makannya pada bagian atas salib akan diletakkan sebuah jam,"katanya

Selain itu, ia juga menuturkan, semua Kru LDC rencananya akan melakukan penyelaman untuk membantu dalam pemasangan Salib tersebut. "Kurang lebih 15 orang penyelam akan kami turunkan untuk melakukan pemasangan salib didasar laut, yang diperkirakan mencapai 20 meter,"kunci Pria bersahaja itu. (LDC)
foto SSN
LDC-Maraknya turis-turis asing  yang datang ke Sitaro terus mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yakni dengan adanya pembekalan untuk pemadu wisata hal ini disampaikan  Kepala Dinas Pariwisata Snew.Katiandagho Sabtu (24/1) pagi.

"Dari bidang destinasi memang kami sedang merencanakan untuk mengadakan pembekalan dan pendidikan terhadap pemandu wisata, karena memang diakui pemandu wisata yang ada di Sitaro masih kurang " ucap Katiandagho.

Tambahnya selain pemandu wisata yang harus diperlengkapi dengan baik, tempat wisatanya pun harus diperhatikan dan harus dapat memberikan kenyamanan pada turis yang datang, baik itu dari segi kebersihan maupun fasilitas yang ada di tempat tersebut.

"Jadi selain tadi pembekalan terhadap pemandu wisata, tahun ini kami juga fokus pada status  tanah dari tempat wisata tersebut karena akan sangat sulit untuk  menyediakan fasilisat penunjang kalau tanah yang ada di tempat tersebut adalah bukan milik pemerintah, jadi akan ada usaha untuk menyelesaikan status-status tanah tersebut" pungkasnya. (LDC)

Senin, 29 Desember 2014

LDC- Perayaan perpisahan tahun yang tak lasim akan terjadi pertama kalinya di Sitaro, dimana melalui Limangu Diving Centre (LDC) perpisahan tahun 2014 dan memasuki tahun 2015, yang jatuh pada tanggal 31 desember 2014 akan di rayakan di bawah laut Sitaro.

Direktur utama Limangu Diving Centre (LDC) Harry Kakunsi yang juga merupakan Instruktur diving sangat mengharapkan kehadiran para wisatwan dalam perayaan perpisahan tahun di bawah laut, dimana di tengah-tengah terumbu karang dang rumput laut serta berbagai jenis ikan di laut Sitaro, tim akan beribadah singkat di dasar laut dan selanjutnya akan melakukan pemasangan kembang api dari dasar laut sehingga terlihat hingga permukaan.

"Rencananya kita akan menggelar perpisahan tahun dibawah laut dengan ibadah singkat di bawah laut sambil menikmati indahnya panorama bawah laut Sitaro," ucap Kakunsi.

Kegiatan tersebut tentunya hanya melibatkan pediving profesional dan terlatih sebab di lakukan pada malam hari, sehingga sangat memacu adrenalin para pe diving.

LDC dengan program-program unggulan tersebut, akan memanjakan para wisatawan dalam kegiatan tesebut, dengan pelayanan yang sangat memuaskan sesuai permintaan wisatawan yang akan hadir dalam kegiatan akbar LDC itu. (Limangu)
Limangu Wakeboard
Limangu Paralayang